JinBei casino dan hotel

Bisnis Casino Meledak di Kamboja Terutama di Jalur Sutra

Bagi orang berkebangsaan Kamboja adalah ilegal untuk bermain judi di negara Kamboja. Tetapi terdapat lebih dari 30 kasino di kota Sihanoukville. Sebuah kota pelabuhan kecil berjarak 250km dari ibu kota Phom Penh telah diubah oleh orang China yang membawa uang ke daerah resort tersebut.

Casino telah memikat ribuan turis China untuk datang ke kota Sihanoukville setiap bulannya. Industri dalam bidang ini telah membuktikan bahwa bisnis ini mengguntungkan sehingga terdapat 70 casino lagi yang sedang dibangun di kota ini.

Saya mengunjungi hotel dan casino JinBei, satu dari diantara beberapa casino yang terbaru. JinBei dibuka tepat tahun lalu, dengan 30 meja dan didukung oleh kekuatan karyawan sebanyak 560 orang, 95% dari meraka adalah orang Kamboja asli. Saat ini JinBei merupakan kasino terbesar di kota Sihanoukville.

Bisnis ini dijalankan oleh Benson Tan yang merupakan bekas seorang direktor di Marina Bay Sands kasino di Singapura sebelum di ajak untuk bergabung dengan induk perusahaan dari JinBei casino untuk pembukaan pertama kasino di Sihanoukville.

Pemerintah telah merencanakan untuk mengembangkan daerah ini menjadi sebuah kota kecil Macau. Pemerintah China juga ambil bagian dengan menjadi pemeran utama dalam infrastruktur dan investasi negara Kamboja. Tanpa inisitaif tersebut, saya percaya kalau pertumbuhan ekonomi kota Sihanoukville akan mundur antara 5 – 10 tahun. Sebagai contoh, sebuah proposal jalan tol dari Phnom Penh hingga kota Sihanoukville akan mempersingkat waktu perjalanan dari Phnom Penh air port ke kota Sihanoukville menjadi 1,5 jam saja. Ini akan membawa jutaan pengunjung dari internasional dan juga dari kota Phnom Penh ke Sihanoukville.

Ketertarikan dengan paket gaji dan bonus yang ditawarkan oleh casino seperti JinBei, banyak orang Kamboja telah berpindah ke Sihanoukville dari daerah atau kampung lain.

Ini mengubah sebuah pantai yang tertidur di kota ini menjadi sebuah perubahan urban yang sangat drastis.

Huey Leng adalah salah satu dari mereka yang memutuskan untuk mencari keberuntungan dia di kota boom town ini. Sebuah kelas Mandarin dia ambil di SMA membantunya dengan baik.

Bagaimana perasan kamu kerja disini? Saya merasa sangar baik dan sangat puas dengan pekerjaan saya disini. Karena perusahaan ada memberikan kamu sebuah perumahan yang gratis, mereka juga menyediakan makanan untuk kami. Kami mendapatkan 3 kali makan sehari, sarapan, makan siang, dan makan malam.

Tapi diluar benteng kasino, bisnis lokal berusahan untuk tetap bertahan dalam permainan. Banyak orang Kamboja asli di usir dari toko mereka karena tuan tanah melakukan leasing peropeti tersebut kepada pebisnis asal China yang dapat membayar 5 kali lebih dari yang bisa orang lokal bayar untuk sewa. Dan yang membuat itu menjadi lebih buruk, para pebisnis lokal kehilangan custumer tradisional mereka.

Sihanoukville sekarang sangat terkenal dengan deretan pantai tak berujung di sepanjang garis pantainya dan telah digunakan menjadi tempat strategi untuk para backpackers dari barat. Tapi itu sesuatu yang merupakan bagian dari masa lalu. Akhir-akhir dari arus dari turis China telah membuat harga hotel menjadi tiga kali lebih mahal dari harga sebelumnya. Jadi sekarang para penggunjung dengan biaya rendah telah jarang untuk datang kesini.

Vuth menjalankan bisnis paling populer restoran di Sihanoukville dalam 2 tahun lalu. Hari ini, semua jadi sepi tanpa pengunjung. Orang barat / bule sangat sedikit, sangat sangat sedikit, mereka tidak datang sama sekali.

Kenapa kamu pikir kalau orang dari negara Chinatidak datang dan makan di restoran kamu. Chinese selalu pergi ke restoran Chinese, mereka minum disana, mereka makan disana, jadi semua pendapatan kembali ke orang Chinese tersebut.

Join the discussion...

Your email address will not be published. Required fields are marked *